-->
Media Cah Ayu
  • BERANDA
  • BERITA
  • RADIO
  • ACTIVATION
  • COMMUNITY
  • KONTAK
  • BELANJA
  • BERANDA
  • BERITA
  • RADIO
  • ACTIVATION
  • COMMUNITY
  • KONTAK
  • BELANJA
No Result
View All Result
Media Cah Ayu
No Result
View All Result
Home BERITA

KPPU Ingatkan Bahaya Monopoli, BBM Swasta Langka di Pasar

by Dharma Surya
KPPU Ingatkan Bahaya Monopoli, BBM Swasta Langka di Pasar
Share on FacebookShare on Twitter

MEDIACAHAYU – Pasar BBM non-subsidi kian mencekik. Sejak Kementerian ESDM membatasi kenaikan impor bensin non-subsidi maksimal 10 persen dari volume 2024, badan usaha swasta satu per satu tersingkir.

Pilihan konsumen menyusut, sementara dominasi Pertamina makin kokoh.

Kondisi ini langsung terbaca dari data Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Swasta hanya kebagian jatah impor 7.000–44.000 kiloliter. Bandingkan dengan Pertamina Patra Niaga yang digelontori 613.000 kiloliter.

Akibatnya, pangsa pasar Pertamina di segmen non-subsidi mengangkangi 92,5 persen, sedang swasta tercecer di angka 1–3 persen.

“Ini bukan sekadar angka. Ini sinyal bahaya. Swasta makin terhimpit, konsumen kehilangan pilihan, dan Pertamina menjadi satu-satunya raksasa yang menguasai panggung,” kata Deswin Nur, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama KPPU, Kamis (18/9).

Swasta Mati, Konsumen Tersandera

Langkanya pasokan BBM swasta kini nyata di lapangan. Beberapa badan usaha swasta sudah mengurangi distribusi, bahkan ada yang mulai gulung tikar karena tidak sanggup membeli pasokan dari kompetitor—Pertamina.

Kebijakan satu pintu impor yang dipaksakan pemerintah justru menciptakan iklim usaha timpang, diskriminatif, dan tidak sehat.

KPPU menegaskan, kebijakan ini jelas bersinggungan dengan prinsip persaingan usaha. “Jika swasta dipaksa bergantung pada Pertamina, itu bukan pasar bebas, melainkan pasar yang dikunci,” kata Deswin.

Ancaman Monopoli Energi

Efek paling berbahaya bukan sekadar hilangnya swasta, melainkan terbentuknya monopoli energi. Dengan kendali hampir penuh atas BBM non-subsidi, Pertamina tak lagi punya lawan.

Konsumen otomatis tersandera: harga tak bisa dibandingkan, kualitas tak bisa dipilih.

Lebih parah, iklim investasi sektor migas hilir berpotensi merosot tajam. Investor asing yang melihat pasar digenggam satu pemain akan berpikir dua kali sebelum masuk. KPPU menyebut ini sinyal negatif bagi keberlanjutan industri energi Indonesia.

Evaluasi Mendesak

KPPU mendesak pemerintah segera mengevaluasi kebijakan ini. Stabilitas energi memang penting, tetapi jangan dijadikan dalih untuk melanggengkan monopoli.

Jika dibiarkan, nasib swasta tinggal menunggu waktu, sementara rakyat kehilangan haknya atas pilihan energi.

“Kebijakan energi harus berdiri di atas prinsip persaingan sehat. Jangan sampai demi neraca perdagangan, kita menukar masa depan industri dengan dominasi satu pemain,” tutup Deswin.***

Tags: BBM non-subsidiimpor BBMkebijakan ESDMKPPUlangka BBM swastamonopoli energiPertamina
Previous Post

Unik! KAI Daop 3 Cirebon Gelar Lomba Tarik Lokomotif di HUT ke-80

Next Post

Investasi Saham dan Reksa Dana Melejit di Ciayumajakuning, Literasi Naik atau Risiko Baru?

Dharma Surya

Dharma Surya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected test

  • 139 Follower
  • 206k Subscriber
  • 23.9k Follower
  • 99 Subscriber
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Home 1

HUT KE 2 RADIO CAHAYU CIREBON

Mengenal Hate Language, Lawan dari Love Language

Mengenal Hate Language, Lawan dari Love Language

Surati Mendikti, Dedi Mulyadi Perjuangkan Nasib Siswa Yang Gagal Ikut SNBP

Bale Jaya Dewata Jadi Kantor Dedi Mulyadi di Wilayah Cirebon

Semakin Nyaman, KA Jaka Tingkir Akan Gunakan Kereta Ekonomi New Generation Versi Modifikasi Mulai 25 Juli 2024

Semakin Nyaman, KA Jaka Tingkir Akan Gunakan Kereta Ekonomi New Generation Versi Modifikasi Mulai 25 Juli 2024

5 Fakta Panas Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Negosiasi Masih Buntu?

5 Fakta Panas Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Negosiasi Masih Buntu?

With 150 million daily active users, Instagram Stories is launching ads

Washington prepares for Donald Trump’s big moment

CS:GO ELeague Major pools and tournament schedule announced

5 Fakta Panas Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Negosiasi Masih Buntu?

5 Fakta Panas Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Negosiasi Masih Buntu?

Harga Emas Hari Ini Bikin Kaget, Tiga Jenama Kompak Melemah!

Harga Emas Hari Ini Bikin Kaget, Tiga Jenama Kompak Melemah!

Transformasi Radio Dimulai, PRSSNI Jabar Dorong Sistem Streaming Nasional

Transformasi Radio Dimulai, PRSSNI Jabar Dorong Sistem Streaming Nasional

Operasi Ketupat 2026 Dimulai, ini Fokus Kakorlantas

7 Fakta Nissan Rogue 2027 e-Power, SUV Hybrid yang Bikin Toyota RAV4 Panas Dingin

Recent News

5 Fakta Panas Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Negosiasi Masih Buntu?

5 Fakta Panas Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Negosiasi Masih Buntu?

Harga Emas Hari Ini Bikin Kaget, Tiga Jenama Kompak Melemah!

Harga Emas Hari Ini Bikin Kaget, Tiga Jenama Kompak Melemah!

Transformasi Radio Dimulai, PRSSNI Jabar Dorong Sistem Streaming Nasional

Transformasi Radio Dimulai, PRSSNI Jabar Dorong Sistem Streaming Nasional

Operasi Ketupat 2026 Dimulai, ini Fokus Kakorlantas

7 Fakta Nissan Rogue 2027 e-Power, SUV Hybrid yang Bikin Toyota RAV4 Panas Dingin

  • BERANDA
  • BERITA
  • RADIO
  • ACTIVATION
  • COMMUNITY
  • KONTAK
  • BELANJA
Hubungi Kami: Radio Cah Ayu Cirebon
Cempaka Wangi Regency No.L 26, Cempaka, Kec. Talun,
Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45171
+628112239881

© 2022 MEDIA CAH AYU

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
  • RADIO
  • ACTIVATION
  • COMMUNITY
  • KONTAK
  • BELANJA

© 2022 MEDIA CAH AYU