MEDIACAHAYU – Ribuan santri dari berbagai penjuru Kabupaten Cirebon tumpah ruah di lapangan Pondok Buntet Pesantren, Rabu (22/10/2025).
Mereka datang bukan cuma buat upacara, tapi juga buat ikut ngerasain momen langkabertemu langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Fauzi, yang datang bareng Kepala DP3AKB Jawa Barat, dr. Siska Gerfianti.
Udara pagi itu terasa beda. Ribuan santri berbaris rapi, wajah-wajah muda mereka sumringah, sebagian bahkan melambaikan bendera kecil bertuliskan Hari Santri Nasional 2025.
“Pesantren itu bukan cuma tempat belajar kitab, tapi juga tempat menumbuhkan kecerdasan moral dan spiritual,” ujar Arifah dikutip Jumat (24/10/2025)
Arifah juga mengingatkan, semangat Hari Santri tak bisa dilepaskan dari sejarah besar bangsa. Dari resolusi jihad para ulama dan santri tahun 1945, lahirlah semangat perjuangan yang membakar pertempuran di Surabaya.
“Peran santri itu monumental. Sekarang tugas kita melanjutkan semangat itu lewat pendidikan dan kesejahteraan anak bangsa,” katanya.
Santri Dapat Ikan, Kacamata, dan Beasiswa
Tapi bukan sekadar upacara. Tahun ini, Hari Santri di Buntet juga jadi ajang bagi-bagi berkah. Kementerian PPPA bareng Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) nyalurin satu ton ikan segar buat mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di pesantren.
Biar makin lengkap, ada juga 10 beasiswa pendidikan hasil kolaborasi dengan Baznas, plus layanan cek kesehatan gratis buat para santri.
Nggak berhenti di situ, dr. Siska Gerfianti datang dengan “kejutan manis”: 1.000 kacamata gratis buat santri yang punya gangguan penglihatan. “Kami ingin santri tetap semangat belajar tanpa terganggu penglihatan. Ini hasil kolaborasi antara APSAI Jabar dan TP-PKK Jabar,” kata Siska.
Di antara antrean panjang santri yang menunggu giliran, ada wajah-wajah ceria dengan kacamata barunya. “Kayak dapet hadiah ulang tahun,” celetuk salah satu santri sambil terkekeh.
Dari Lapangan ke Piring Santri
Acara puncak ditutup dengan momen yang paling ditunggu: makan ikan bareng Menteri. Para santri duduk bersila di atas tikar panjang, menikmati sajian ikan segar sambil mendengarkan paduan suara teman-temannya melantunkan lagu-lagu perjuangan santri.
“Bapak Presiden punya perhatian besar buat anak-anak Indonesia, termasuk para santri,” kata Arifah lagi. “Lewat program seperti ini, kita bukan cuma berbagi makanan, tapi juga membangun masa depan.”
Hari itu, Buntet bukan cuma jadi tempat peringatan Hari Santri, tapi juga saksi bahwa santri kini nggak lagi dipandang sebelah mata. Mereka belajar, berjuang, dan siap menatap masa depan dengan gizi cukup, penglihatan jelas, dan semangat penuh.***















