Jakarta, Mediacahayu — Rasa tidak nyaman di perut setelah makan kerap dianggap gangguan pencernaan biasa.
Namun, jika nyeri datang berulang, menusuk, atau disertai mual, tubuh bisa sedang memberi sinyal masalah kesehatan yang lebih serius.
Dokter ahli anestesi dan pengobatan nyeri Kunal Sood mengingatkan bahwa sakit perut hebat setelah makan—terutama makanan berlemak—dapat berkaitan dengan batu empedu, kondisi yang sering luput dikenali sejak dini.
“Batu empedu adalah gumpalan padat yang terbentuk di dalam kantung empedu ketika empedu menjadi terlalu pekat, biasanya dengan kolesterol atau pigmen,” kata Sood, seperti dikutip dari Hindustan Times Sabtu 17 Januari 2025
Menurut Sood, masalah muncul ketika batu empedu menyumbat saluran empedu. Kondisi ini memicu kolik bilier, nyeri tajam yang bisa terasa di perut kanan atas hingga punggung.
“Penyumbatan tersebut menyebabkan kolik bilier, yaitu nyeri tajam dan hebat yang sering terasa di perut kanan atas atau punggung atas, biasanya setelah makan makanan yang sangat berlemak,” ujarnya.
Tak jarang, rasa sakit ini disertai mual atau muntah dan dapat berlangsung selama berjam-jam.
“Hal ini dapat disertai mual atau muntah. Dan begitu mulai, rasa sakitnya dapat berlangsung selama berjam-jam,” tambahnya.
Dalam keseharian, gaya hidup turut berperan. Sood menyebut batu empedu lebih sering dialami perempuan, orang dengan kelebihan berat badan, penderita diabetes, serta mereka yang mengalami perubahan berat badan secara drastis—termasuk penurunan berat badan cepat.
Jika nyeri tajam di perut muncul berulang kali dalam sepekan, itu bisa menjadi tanda kantung empedu tidak berfungsi optimal.
“Diagnosis dilakukan melalui USG, yang dapat mendeteksi bahkan batu kecil atau tanda-tanda peradangan,” kata Sood.
Batu empedu yang tidak menimbulkan keluhan biasanya cukup dipantau. Namun, jika nyeri datang berulang dan mengganggu aktivitas, konsultasi medis menjadi langkah penting agar penanganan bisa dilakukan lebih dini.
Dalam beberapa kasus, dokter dapat merekomendasikan tindakan operasi minimal invasif.
“Jika diperlukan maka pasien dengan batu empedu bisa direkomendasikan untuk menjalani kolesistektomi laparoskopi,” ujar Sood.
“Setelah kantung empedu diangkat, empedu mengalir langsung ke usus, dan bagi kebanyakan orang, serangan yang menyakitkan tersebut akan berhenti sepenuhnya.” katanya.
Mendengarkan sinyal tubuh menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Nyeri perut yang terus berulang bukan sekadar soal salah makan—bisa jadi alarm kesehatan yang tak boleh diabaikan.***















