-->
Media Cah Ayu
  • BERANDA
  • BERITA
  • RADIO
  • ACTIVATION
  • COMMUNITY
  • KONTAK
  • BELANJA
  • BERANDA
  • BERITA
  • RADIO
  • ACTIVATION
  • COMMUNITY
  • KONTAK
  • BELANJA
No Result
View All Result
Media Cah Ayu
No Result
View All Result
Home BERITA

Len Industri – BRIN Kembangkan Night Vision, Kurangi Ketergantungan Impor Alutsista

by Dharma Surya
Len Industri – BRIN Kembangkan Night Vision, Kurangi Ketergantungan Impor Alutsista
Share on FacebookShare on Twitter

Cirebon, Mediacahayu – Di medan operasi modern, perang tak lagi sekadar soal jumlah pasukan dan daya ledak.

Yang menentukan justru kemampuan melihat lebih dulu bahkan dalam gelap gulita.

Di titik inilah teknologi Night Vision Google (NVG) dan thermal imaging device menjadi krusial.

Indonesia selama ini masih bergantung pada impor untuk perangkat “mata malam” tersebut.

PT Len Industri (Persero) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini mencoba memutus ketergantungan itu.

Keduanya menandatangani Perjanjian Kerja Sama pengembangan NVG dan perangkat pencitraan termal—sensor optoelektronik yang vital dalam operasi militer, pengamanan objek strategis, hingga patroli perbatasan.

Direktur Teknologi & Manajemen Risiko Len Industri, Amalia Maya Fitri, menegaskan ambisi kemandirian itu.

“Kolaborasi ini penting untuk menghadirkan teknologi penglihatan malam dan pencitraan termal yang andal, kompetitif, dan siap digunakan di dalam negeri, sekaligus memperkuat ketahanan serta kemandirian teknologi pertahanan nasional,” ujar Amalia dalam keterangan persnya. Kamis (12/2/2026)

Langkah ini bukan sekadar proyek riset. BRIN, melalui Pusat Riset Fotonika, membawa penguasaan teknologi dasar.

Len mengemban tugas berat untuk mengubah prototipe laboratorium menjadi produk industri yang siap dipakai TNI dan aparat keamanan.

Tantangannya tak ringan, mulai dari standar militer, uji ketahanan medan ekstrem, hingga efisiensi biaya produksi.

Di tengah dinamika geopolitik dan pembatasan ekspor teknologi strategis oleh sejumlah negara maju, ketergantungan pada sensor optik impor berisiko terhadap kesinambungan operasi.

Pengembangan dalam negeri menjanjikan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), efisiensi pengadaan, serta kepastian dukungan teknis sepanjang siklus hidup alat.

Namun ujian sesungguhnya ada pada konsistensi pendanaan, keberpihakan belanja negara pada produk lokal, dan keberhasilan membangun rantai pasok optoelektronik nasional—yang selama ini masih terbatas.

Jika kolaborasi ini berhenti pada seremoni, Indonesia tetap akan menjadi pasar, bukan produsen.

Bila berhasil, NVG dan thermal imaging buatan dalam negeri tak hanya menopang operasi malam TNI, tetapi juga membuka peluang ekspor perangkat pertahanan bernilai tinggi di kawasan.

“Mata malam” itu pada akhirnya bukan sekadar alat lihat dalam gelap, melainkan indikator terang atau tidaknya masa depan industri pertahanan nasional.***

Previous Post

Sparkling Water dan Nafsu Makan: Benarkah Bisa Bantu Diet?

Next Post

Hibah Aset Rampasan Korupsi Ungkap Problem Lama Tata Kelola Jabar

Dharma Surya

Dharma Surya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected test

  • 138 Follower
  • 206k Subscriber
  • 23.9k Follower
  • 99 Subscriber
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Home 1

HUT KE 2 RADIO CAHAYU CIREBON

Mengenal Hate Language, Lawan dari Love Language

Mengenal Hate Language, Lawan dari Love Language

Surati Mendikti, Dedi Mulyadi Perjuangkan Nasib Siswa Yang Gagal Ikut SNBP

Bale Jaya Dewata Jadi Kantor Dedi Mulyadi di Wilayah Cirebon

Semakin Nyaman, KA Jaka Tingkir Akan Gunakan Kereta Ekonomi New Generation Versi Modifikasi Mulai 25 Juli 2024

Semakin Nyaman, KA Jaka Tingkir Akan Gunakan Kereta Ekonomi New Generation Versi Modifikasi Mulai 25 Juli 2024

3 Layanan BNI yang Tetap Aktif Saat Libur Paskah 2026

3 Layanan BNI yang Tetap Aktif Saat Libur Paskah 2026

With 150 million daily active users, Instagram Stories is launching ads

Washington prepares for Donald Trump’s big moment

CS:GO ELeague Major pools and tournament schedule announced

3 Layanan BNI yang Tetap Aktif Saat Libur Paskah 2026

3 Layanan BNI yang Tetap Aktif Saat Libur Paskah 2026

Ketua KPID Jawa Barat, Dr. Adiyana Slamet, menekankan Lembaga penyiaran punya andil besar menjaga karakter bangsa demi kemajuan ke depan. Foto Istimewa.

KPID Jabar Siap Jawab Tantangan Digital 2026, Ini Kuncinya

Cirebon Bisa Untung Besar! KDM Dorong Wisata Budaya Jadi Mesin Uang

Cirebon Bisa Untung Besar! KDM Dorong Wisata Budaya Jadi Mesin Uang

5 Fakta Terbaru BLT Kesra Rp900.000 April 2026

5 Fakta Terbaru BLT Kesra Rp900.000 April 2026

Recent News

3 Layanan BNI yang Tetap Aktif Saat Libur Paskah 2026

3 Layanan BNI yang Tetap Aktif Saat Libur Paskah 2026

Ketua KPID Jawa Barat, Dr. Adiyana Slamet, menekankan Lembaga penyiaran punya andil besar menjaga karakter bangsa demi kemajuan ke depan. Foto Istimewa.

KPID Jabar Siap Jawab Tantangan Digital 2026, Ini Kuncinya

Cirebon Bisa Untung Besar! KDM Dorong Wisata Budaya Jadi Mesin Uang

Cirebon Bisa Untung Besar! KDM Dorong Wisata Budaya Jadi Mesin Uang

5 Fakta Terbaru BLT Kesra Rp900.000 April 2026

5 Fakta Terbaru BLT Kesra Rp900.000 April 2026

  • BERANDA
  • BERITA
  • RADIO
  • ACTIVATION
  • COMMUNITY
  • KONTAK
  • BELANJA
Hubungi Kami: Radio Cah Ayu Cirebon
Cempaka Wangi Regency No.L 26, Cempaka, Kec. Talun,
Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45171
+628112239881

© 2022 MEDIA CAH AYU

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
  • RADIO
  • ACTIVATION
  • COMMUNITY
  • KONTAK
  • BELANJA

© 2022 MEDIA CAH AYU