Karawang, Mediacahayu – Stok beras nasional yang dikelola Perum BULOG resmi menembus 5 juta ton, mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Capaian ini dinilai sebagai sinyal kuat stabilitas pangan sekaligus bantalan menghadapi gejolak harga di 2026.
Direktur Utama BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan bukti konkret peran negara.
“Alhamdulillah per pagi ini, Kamis tanggal 23 April 2026 stok beras yang ada di gudang BULOG menembus angka 5.000.198 ton. Pencapaian 5 juta ton ini adalah wujud komitmen BULOG dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras. Ini juga menjadi fondasi kuat untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan, sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh akses pangan yang cukup dan terjangkau,” ujarnya dalam siaran persnya, Sabtu 25 April 2026
Apresiasi juga datang dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang melakukan inspeksi langsung ke gudang BULOG di Karawang.
“Terimakasih Pak Dirut BULOG dan jajarannya yang sudah bekerja keras hingga stok cadangan beras pemerintah bisa mencapai 5 juta ton pada pagi ini”, kata Andi Amran.
5 Fakta Penting Stok Beras 5 Juta Ton
1. Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
Angka 5 juta ton menjadi milestone baru dalam pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
2. Didukung Infrastruktur Masif
BULOG mengoperasikan lebih dari 1.500 gudang sendiri dan 1.200 gudang mitra, memastikan distribusi merata nasional.
3. Serapan Petani Jadi Kunci
Lonjakan stok berasal dari optimalisasi pembelian gabah/beras petani domestik saat panen raya.
4. Senjata Redam Harga Beras
Cadangan besar ini berfungsi sebagai instrumen intervensi pasar saat harga beras naik.
5. Antisipasi Krisis & Bantuan Sosial
Stok siap digunakan untuk kondisi darurat hingga program bantuan pangan pemerintah.
Dampak Ekonomi: Dari Harga hingga Inflasi
Capaian ini memperkuat posisi BULOG sebagai stabilisator utama. Dengan cadangan besar, pemerintah punya ruang lebih luas untuk:
– Menahan lonjakan harga beras di pasar
– Menekan inflasi pangan
– Menjaga daya beli masyarakat
– Mengamankan distribusi saat krisis
Kontribusi Daerah: Jawa Barat Pecah Rekor
Wilayah Jawa Barat menjadi salah satu kontributor utama. Pemimpin Wilayah BULOG Jabar, Nurman Susilo, mengungkapkan:
– Stok Jabar: 750 ribu ton (rekor sejak 2023)
– Realisasi pengadaan: 370 ribu ton
– Capaian target: 53,29% (masih akan bertambah)
Musim panen raya yang sedang berlangsung diprediksi terus mendongkrak angka ini.
Menuju Swasembada Pangan
Dengan stok yang semakin kuat, optimisme menuju kemandirian dan kedaulatan pangan nasional makin terbuka. Kolaborasi antara pemerintah, petani, dan sektor logistik menjadi kunci menjaga tren positif ini tetap berlanjut.***















