Mediacahayu — Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) menghentikan sementara kegiatan pendakian Gunung Kerinci menyusul peningkatan aktivitas kegempaan yang terpantau Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Minggu (4/1).
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I BBTNKS, David, mengatakan keputusan penutupan pendakian mulai berlaku Selasa (6/1) sebagai langkah kehati-hatian untuk keselamatan pengunjung dan pendaki.
“Berdasarkan surat dan informasi dari Badan Geologi, kami meminta agar tidak ada pendakian ke Gunung Kerinci sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” ujar David di kutip Rabu (7/1)
Sejak peningkatan aktivitas tercatat, pengelola telah mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan pendakian dan menjauhi area berisiko di sekitar puncak.
Aktivitas kegempaan menunjukkan tren peningkatan
Laporan khusus PVMBG mencatat, pada 4 Januari 2026 mulai pukul 11.33 WIB, terjadi peningkatan jumlah Gempa Vulkanik Dangkal dan Gempa Vulkanik Dalam.
Hingga pukul 15.06 WIB, terekam
101 kali Gempa Vulkanik Dangkal
14 kali Gempa Vulkanik Dalam
Selain itu, juga terdeteksi:
27 Gempa Hembusan
26 Gempa Frekuensi Rendah
21 Gempa Hybrid
21 Gempa Tektonik Lokal
1 Gempa Terasa dengan intensitas II MMI
Grafik RSAM menunjukkan pola kenaikan drastis pada akhir periode pengamatan, yang mengindikasikan peningkatan energi gempa di bawah permukaan.
Nilai (S-P) pada Gempa Vulkanik Dalam juga tercatat mengecil dibandingkan periode 31 Desember 2025, yang mengindikasikan pergerakan fluida dominan gas menuju lapisan lebih dangkal.
Status tetap Level II (Waspada)
PVMBG menetapkan aktivitas Gunung Kerinci tetap pada Level II (Waspada) dengan rekomendasi:
– masyarakat dan wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah puncak.
– mewaspadai potensi gas vulkanik – konsentrasi tinggi dan lontaran material jika terjadi erupsi.
Pengamatan visual pada periode laporan menunjukkan kawah puncak masih terlihat jelas tanpa hembusan gas melewati dinding kawah, namun pemantauan tetap dilakukan secara intensif.
PVMBG meminta masyarakat tidak terpancing informasi yang tidak akurat dan mengikuti arahan instansi resmi yang berkoordinasi dengan BNPB, BMKG, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya.
“Pengamatan lebih intensif akan dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan gempa vulkanik yang lebih signifikan,” tulis PVMBG dalam laporan evaluasi aktivitas Gunung Kerinci.
Dengan penutupan pendakian sementara, wisatawan diminta memprioritaskan keselamatan dan menunggu pengumuman resmi sebelum merencanakan kembali aktivitas pendakian.***















