Cirebon, Mediacahayu— Komunitas cosplayer di kawasan Jalan Asia Afrika menyatakan komitmen memperbaiki citra wisata menjelang libur Lebaran 2026.
Langkah ini ditempuh setelah munculnya keluhan terkait praktik oknum yang merugikan pengunjung.
Sejumlah komunitas cosplayer telah menyepakati ikrar bersama untuk menjaga ketertiban.
Kesepakatan itu mencakup larangan tindakan memaksa, menipu, hingga memeras wisatawan, yang sebelumnya sempat mencoreng pengalaman berkunjung di kawasan tersebut.
Koordinator Lapangan Cosplayer Asia Afrika, Acil, mengatakan komitmen ini menjadi upaya kolektif untuk mengembalikan kepercayaan publik.
“Ikrar ini menegaskan bahwa kami siap menghibur tanpa memaksa, bersikap sopan dan tidak melakukan tindakan seperti menipu, menjebak, ataupun memeras pengunjung. Ini sudah disepakati oleh beberapa komunitas,” kata Acil, Rabu, 18 Maret 2026.
Ia mengakui, penertiban belum sepenuhnya tuntas. Masih ada sebagian kecil oknum yang sulit diatur. Namun, pembinaan terus dilakukan oleh komunitas.
“Memang masih ada yang sulit diatur, tapi kami terus berusaha memaksimalkan kenyamanan pengunjung. Kami juga belajar dari kejadian sebelumnya agar ke depan bisa lebih baik,” ujarnya.
Menurut Acil, keberadaan cosplayer telah menjadi bagian dari daya tarik wisata Bandung selama hampir satu dekade. Ia menilai profesi tersebut juga berkontribusi terhadap pergerakan wisatawan.
“Kami di sini mencari rezeki untuk keluarga. Bandung sudah seperti rumah bagi kami dan kami juga ikut menarik wisatawan datang ke kota ini,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Candra. Ia menyebut pelanggaran sebelumnya dipicu oleh oknum, bukan keseluruhan komunitas. Penanganan telah dilakukan melalui sanksi dan pembinaan.
“Sudah ada penanganan dari pihak terkait bahkan sempat ada sanksi. Alhamdulillah sekarang kami diberi kesempatan lagi untuk berkarya tapi dengan aturan yang lebih ketat,” kata dia.
Candra menambahkan, pengawasan kini diperketat melalui pengamanan internal komunitas.
“Kami juga siapkan pengamanan dari internal cosplay supaya tidak ada oknum lagi. Sekarang kami berjalan sesuai aturan dan kondisinya sudah kembali normal,” ujarnya.
Menjelang Lebaran, komunitas berharap kunjungan wisatawan kembali meningkat seiring membaiknya tata kelola di lapangan.
“Harapannya Lebaran ini bisa ramai lagi dan tidak ada kendala. Kami ingin memberikan hiburan terbaik tanpa merugikan siapa pun,” tutur Candra.***















