MEDIACAHAYU – Nama Chairil Anwar kembali naik ke permukaan. Bukan karena puisinya viral di TikTok, tapi karena Falcon Pictures resmi menggarap film biopiknya.
Yes, “Si Binatang Jalang” akhirnya dibawa ke layar lebar, dan proses awalnya sudah serius banget: skripnya digarap sampai setahun penuh.
Frederica, produser Falcon Pictures, bilang kalau proses pengembangan cerita memang harus ekstra hati-hati. “Untuk script development-nya saja butuh satu tahun,” ujarnya saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.
Film ini diharapkan bukan cuma jadi tontonan, tapi juga jadi pintu baru buat generasi muda mengenal sosok Chairil—ikon Angkatan ’45 yang puisinya masih nancep sampai sekarang. Dari “Aku,” “Doa,” sampai “Derai-Derai Cemara,” semuanya bakal jadi nafas kuat dalam film.
Menariknya, Falcon belum ngasih bocoran siapa sutradara dan pemeran Chairil. Mereka malah melempar pertanyaan ke warganet: “Siapa nih yang cocok meranin Chairil Anwar?” Hasilnya? Kolom komentar langsung rame dengan nama-nama aktor muda, senior, sampai pendatang baru yang dianggap punya aura “seniman gelisah” khas Chairil.
Frederica cuma ngasih clue pendek: pemerannya nanti harus seorang “seniman sejati.” Itu bikin spekulasi makin liar, tentu saja.
Chairil, yang meninggal pada 28 April—tanggal yang kini diperingati sebagai Hari Puisi Nasional—dikenal sebagai pelopor puisi modern Indonesia. H.B. Jassin bahkan menyebutnya motor Angkatan ’45. Puisi-puisinya yang total mencapai 96 karya, termasuk 70 puisi, masih relevan dan sering jadi referensi anak SMA sampai mahasiswa Sastra.
Dengan reputasi sebesar itu, film biopiknya jelas bakal menarik. Bisa jadi ini proyek Falcon Pictures yang paling puitis dan liar dalam waktu lama.***















