Cirebon, Mediacahayu— Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menyalurkan kompensasi bagi pencari koin di jalur Pantura, tepatnya di kawasan Jembatan Sewo, perbatasan Indramayu-Subang.
Kebijakan ini diulang menjelang arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah.
Dedi—yang akrab disapa KDM—menyatakan langkah tersebut diambil untuk memastikan kelancaran lalu lintas sekaligus mengurangi risiko kecelakaan akibat aktivitas warga di badan jalan.
“Sore ini saya kasih uang lebaran, tidak boleh cari koin di jalur Indramayu-Subang,” kata KDM, kamis 19 Maret 2026.
Kompensasi diberikan sebesar Rp50 ribu per orang per hari. Para penerima diminta berkoordinasi dengan aparat desa setempat. RT dan RW akan mendata warga yang selama ini beraktivitas sebagai pencari koin.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jawa Barat, Ade Afriandi, mengatakan bantuan itu diberikan selama 12 hari, mencakup enam hari sebelum dan enam hari setelah Idulfitri.
“Selama tidak berakivitas, ada kompensasi dari Pemprov sebesar Rp50.000 per orang per hari, dikali 12 hari,” ujarnya.
Data sementara DPMD Jawa Barat mencatat, terdapat 104 pencari koin di Desa Sukra, Kecamatan Sukra, Indramayu, dan 55 orang di Desa Karanganyar, Kecamatan Pusaka Jaya, Subang.
Namun, jumlah tersebut berpotensi bertambah karena kehadiran pencari koin musiman.
Fenomena pencari koin di jalur Pantura bukan hal baru. Selain faktor ekonomi, kebiasaan ini telah menjadi tradisi tahunan yang terus berulang, meskipun aparat kerap melakukan penertiban.
Pemerintah daerah kini memilih pendekatan kompensasi untuk menekan aktivitas tersebut selama periode mudik.***















