Cirebon, Mediacahayu — Dinas Kesehatan Kota Cirebon menyiagakan delapan posko kesehatan di jalur mudik selama libur Lebaran 2026.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan akses layanan kesehatan tetap tersedia bagi para pemudik dan warga yang beraktivitas di titik keramaian.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Siti Maria Listiawaty, mengatakan posko ditempatkan di lokasi-lokasi strategis yang menjadi jalur utama pergerakan masyarakat.
“Selama libur Lebaran, layanan kesehatan tetap kami hadirkan melalui posko-posko yang telah disiapkan,” ujar Maria, dikutip Sabtu 21 Maret 2026.
Delapan posko tersebut tersebar di Bundaran Krucuk, Bundaran Kalijaga, Kantor UPT KIR Dinas Perhubungan, Terminal Harjamukti, kawasan Kanggraksan, Goa Sunyaragi, persimpangan Bypass, serta Gunungsari Trade Center.
Selain layanan statis, Dinkes juga mengoperasikan layanan darurat bergerak melalui Public Safety Center (PSC) 119 yang siaga selama 24 jam.
Sistem ini memungkinkan respons cepat terhadap kondisi kegawatdaruratan di lapangan.
“Ada tim pelayanan kesehatan yang disiagakan, terdiri atas delapan tim di posko dan satu tim mobile,” kata Maria.
Setiap posko diperkuat tenaga kesehatan dari puskesmas terdekat. Untuk penanganan lanjutan, pasien dapat dirujuk ke RSUD Gunung Jati yang disiapkan sebagai rumah sakit rujukan utama selama periode mudik.
Meski sebagian besar puskesmas tidak membuka layanan seperti hari biasa, Dinkes memastikan 22 unit pelaksana teknis (UPT) puskesmas tetap dalam kondisi siaga.
Masyarakat juga dapat mengakses layanan konsultasi melalui kontak yang disediakan masing-masing puskesmas.
Maria menegaskan, dalam kondisi darurat masyarakat diminta segera menghubungi layanan 119.
“Selain itu, kami menyiagakan lima puskesmas dengan fasilitas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED), guna memastikan penanganan cepat pada kasus kegawatdaruratan persalinan selama Lebaran,” ujarnya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya antisipasi lonjakan mobilitas selama arus mudik, yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, mulai dari kelelahan perjalanan hingga kondisi darurat medis.***















