Cirebon, Mediacahayu — Suasana Pasar Minggu di Kabupaten Cirebon terasa berbeda menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
Sejumlah pengayuh becak yang biasanya hilir mudik mencari penumpang kini bersiap berhenti sementara dari pekerjaannya.
Sebanyak 20 penarik becak di kawasan tersebut menerima kompensasi dari Gubernur Jawa Barat sebesar Rp1,4 juta.
Uang itu diberikan agar mereka tidak beroperasi selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran.
Taslim, salah satu pengayuh becak di Pasar Minggu, mengaku bersyukur atas bantuan tersebut.
Baginya, kompensasi itu sangat berarti bagi kebutuhan keluarganya menjelang hari raya.
“Kami ada 20 orang yang menerima kompensasi dari Pak Gubernur. Baru tahun ini dapat,” ujar Taslim dikutip Minggu 15 Maret 2026.
Dengan menerima bantuan itu, Taslim dan rekan-rekannya sepakat mengikuti kebijakan pemerintah daerah untuk tidak menarik penumpang selama 14 hari, yakni mulai H-7 hingga H+7 Idulfitri.
“Terimakasih, kami akan mematuhi karena sudah menerima kompensasinya. Uang kompensasi untuk bayar zakat fitrah dan membeli baju anak,” kata dia.
Bagi Taslim, jumlah tersebut bahkan melampaui pendapatan yang biasa ia peroleh dari mengayuh becak. Dalam sehari, penghasilannya rata-rata hanya sekitar Rp50 ribu.
Pada hari-hari sepi, ia bahkan bisa pulang tanpa membawa uang sama sekali.
Program kompensasi ini merupakan inisiatif Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk mengurangi kepadatan kendaraan selama musim mudik.
Menurut Dedi, bantuan tersebut tidak hanya diberikan kepada penarik becak. Pengemudi angkutan tradisional lain seperti angkot dan delman juga menerima kompensasi yang sama.
“Sebanyak 5.000 pengemudi angkot, becak dan delman mendapatkan kompensasi sebesar Rp1,4 juta per orang,” ujarnya.
Langkah ini mendapat apresiasi dari Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
Ia menilai kebijakan tersebut dapat membantu memperlancar arus mudik sekaligus memberi perlindungan ekonomi bagi pengemudi transportasi tradisional.
“Selain memperlancar arus, juga membantu pengemudi becak untuk menghadapi Idulfitri. Saya mengimbau kepada wilayah lain untuk bisa mengikuti cara Gubernur Jabar ini,” kata Dudy.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas berbahaya di jalur mudik, termasuk kebiasaan mencari koin di kawasan Pantura Kali Sewo.
Selain berisiko bagi keselamatan diri sendiri, kegiatan tersebut juga dapat membahayakan pengguna jalan.
Dengan jalur Pantura Jawa Barat yang disebut telah dalam kondisi mulus dan siap dilalui, pemerintah berharap arus mudik tahun ini berjalan lebih aman dan tertib—sementara para pengayuh becak dapat merayakan Lebaran dengan sedikit rasa tenang bersama keluarga.***















