Mediacahayu — Keputusan pengelola Museum Nasional Indonesia menaikkan harga tiket masuk bagi pengunjung dewasa dari Rp25.000 menjadi Rp50.000 mulai 1 Januari 2026 memunculkan beragam tanggapan publik.
Pengelola menyebut penyesuaian tarif diperlukan untuk memastikan pemeliharaan koleksi sesuai standar internasional sekaligus menjaga kualitas layanan kepada pengunjung.
Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin, menjelaskan bahwa museum memikul tanggung jawab besar sebagai lembaga yang merawat warisan arkeologi, sejarah, etnografi, dan numismatika Indonesia.
Menurut dia, peningkatan tarif menjadi salah satu langkah strategis agar proses perawatan koleksi berjalan konsisten dan berkelanjutan.
“Penyesuaian tarif dilakukan agar Museum Nasional Indonesia dan koleksinya dapat terus dirawat sesuai standar pemeliharaan internasional serta tetap menjadi ruang yang nyaman dan bermakna bagi masyarakat,” ujar Indira di kutip Rabu (7/1)
Seperti banyak museum negara lain, Museum Nasional mengandalkan kombinasi pembiayaan dari pemerintah, filantropi, serta kontribusi pengunjung melalui tiket masuk. Kementerian Kebudayaan sebagai penanggung jawab institusi museum dan cagar budaya juga menetapkan kebijakan penyesuaian tarif mulai 2026.
Meski demikian, tarif khusus tetap diberlakukan bagi sejumlah kelompok, antara lain:
– penyandang disabilitas
– warga lanjut usia di atas 60 tahun
– pemegang KIP dan KIP Kuliah
Indira menegaskan, dana dari penjualan tiket tidak semata masuk ke pengelolaan operasional, tetapi digunakan untuk:
– pemeliharaan koleksi museum
– peningkatan standar konservasi
– penguatan fungsi edukasi dan pelayanan publik
Kebutuhan pemeliharaan semakin meningkat setelah museum menerima koleksi penting, termasuk fosil “Java Man” milik Eugene Dubois yang dipulangkan dari Belanda. Pada semester pertama 2026, pengelola merencanakan pameran imersif berbasis teknologi agar koleksi dapat dipahami secara lebih interaktif oleh pengunjung.
Di sisi lain, museum juga tengah melanjutkan renovasi enam ruang pamer yang terdampak kebakaran pada 2023. Perbaikan dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan dukungan publik.
Selain ruang pamer, Museum Nasional menyediakan fasilitas pendukung seperti taman, masjid, kantin, dan aula yang diperuntukkan bagi pengunjung sebagai ruang aktivitas dan interaksi.
Di tengah sorotan publik terkait kebijakan tarif, pengelola menekankan bahwa tujuan utama penyesuaian harga adalah menjaga keberlanjutan perawatan koleksi dan memastikan museum tetap berfungsi sebagai pusat pengetahuan, penelitian, dan edukasi.***















