Cirebon, Mediacahayu – Mi instan telah lama menjadi ikon gaya hidup praktis. Murah, cepat disajikan, dan akrab di lidah banyak orang.
Namun di balik popularitasnya, makanan ini kerap diseret ke berbagai tuduhan kesehatan satu diantaranya acapkali dituding sebagai pemicu penyakit usus buntu.
Benarkah mi instan layak menjadi kambing hitam?
Radang usus buntu atau apendisitis adalah kondisi peradangan pada apendiks, organ kecil berbentuk kantong yang terletak di perut kanan bawah.
Penyakit ini bukan perkara sepele. Jika terlambat ditangani, nyeri hebat hingga komplikasi serius bisa terjadi, bahkan berujung operasi.
Di kutip Mediacahayu dari Antara, Sabtu 7 Februari 2026. Dokter umum dr. Riska Larasati menjelaskan, penyebab utama radang usus buntu bukanlah jenis makanan tertentu.
“Radang usus buntu umumnya terjadi akibat sumbatan pada apendiks, yang bisa berupa tinja mengeras, pembengkakan akibat infeksi, benda asing, hingga tumor dalam kasus tertentu,” ujarnya.
Gejalanya pun khas yakni nyeri perut yang awalnya terasa di sekitar pusar lalu bergeser ke kanan bawah, disertai mual, muntah, demam, hilang nafsu makan, hingga gangguan buang air.
Lantas, di mana posisi mi instan dalam persoalan ini?
Menurut dr. Riska, anggapan bahwa mi instan menyebabkan usus buntu tidak didukung bukti ilmiah.
“Tidak ada penelitian yang menunjukkan konsumsi mi instan secara langsung memicu radang usus buntu,” katanya.
Pendapat senada disampaikan dr. Yusi Capriyanti. Ia menegaskan bahwa hingga kini dunia medis belum menemukan hubungan sebab-akibat antara mi instan dan apendisitis.
Meski begitu, ia mengingatkan agar mi instan tidak dikonsumsi berlebihan.
Masalahnya bukan pada usus buntu, melainkan pola makan. Mi instan dikenal tinggi kalori dan natrium, namun rendah serat dan mikronutrien.
Kandungan gizinya yang tidak lengkap—ditambah bahan pengawet yang memerlukan waktu cerna lebih lama—dapat berdampak pada kesehatan pencernaan jika dikonsumsi terus-menerus tanpa imbangan makanan berserat.
Dalam konteks gaya hidup, mi instan bukan musuh, tetapi juga bukan menu harian ideal. Menambahkan sayuran, telur, atau sumber protein lain bisa menjadi kompromi cerdas.
Pola makan seimbang, asupan cairan cukup, dan serat yang memadai tetap menjadi kunci menjaga kesehatan usus.
Kesimpulannya jelas bahwa mi instan bukan penyebab usus buntu dan itu adalah mitos.
Namun, bijak mengonsumsinya adalah fakta yang tak bisa ditawar dalam gaya hidup sehat masa kini.***















