-->
Media Cah Ayu
  • BERANDA
  • BERITA
  • RADIO
  • ACTIVATION
  • COMMUNITY
  • KONTAK
  • BELANJA
  • BERANDA
  • BERITA
  • RADIO
  • ACTIVATION
  • COMMUNITY
  • KONTAK
  • BELANJA
No Result
View All Result
Media Cah Ayu
No Result
View All Result
Home BERITA

Festival Sakura Berlatar Gunung Fuji Dibatalkan, Overtourism Jadi Alasannya

by Dharma Surya
Festival Sakura Berlatar Gunung Fuji Dibatalkan, Overtourism Jadi Alasannya
Share on FacebookShare on Twitter

Cirebon, Mediacahayu – Keindahan bunga sakura yang mekar dengan latar Gunung Fuji selama bertahun-tahun menjadi ikon gaya hidup musim semi Jepang.

Namun tahun ini, panorama yang kerap membanjiri media sosial itu justru tak lagi dirayakan.

Festival bunga sakura di Fujiyoshida resmi dibatalkan bukan karena cuaca, melainkan karena wisatawan yang datang tanpa kendali.

Festival yang telah berlangsung selama satu dekade itu sejatinya digelar di sebuah taman dengan pemandangan khas Jepang yakni deretan pohon sakura, pagoda lima lantai, dan siluet Gunung Fuji yang megah.

Tapi pesona visual tersebut berubah menjadi beban sosial bagi warga setempat.

“Di balik pemandangan indah (Gunung Fuji) terdapat kenyataan bahwa kehidupan tenang warga terancam. Kami merasakan krisis yang sangat kuat,” kata Wali Kota Fujiyoshida, Shigeru Horiuchi, seperti dikutip Mediacahayu dari Channel News Asia, Sabtu 7 Februari 2026.

Menurut Horiuchi, pembatalan festival dilakukan demi melindungi martabat warga dan kelestarian lingkungan.

Arus wisatawan yang terus melonjak menjelang musim semi dinilai tak lagi sebanding dengan kapasitas kota kecil di kaki Gunung Fuji itu.

Fenomena over tourism di Fujiyoshida bukan sekadar soal kepadatan. Laporan warga mencatat kemacetan parah, sampah puntung rokok berserakan, pelanggaran batas properti, hingga perilaku ekstrem wisatawan yang buang air besar di kebun rumah penduduk.

Situasi ini memicu kegelisahan, sekaligus memperlihatkan sisi gelap dari gaya hidup wisata berbasis “spot instagramable”.

Pemerintah setempat sebenarnya telah mencoba meredam dampak tersebut dengan membangun penghalang visual, membatasi akses di titik-titik tertentu, hingga merancang sistem pengelolaan kunjungan.

Namun, tekanan wisata global membuat upaya itu terasa terlambat.

Masalah serupa juga menghantui destinasi populer lain di Jepang. Di Kyoto, wisatawan asing kerap dituding bersikap tidak sopan—mengganggu penari geisha yang mengenakan kimono demi swafoto.

Jepang kini berada di persimpangan antara merawat citra sebagai destinasi impian dunia dan menjaga kualitas hidup warganya.

Pembatalan festival sakura di Fujiyoshida menjadi penanda bahwa keindahan, betapapun memesona, tetap memiliki batas toleransi sosial.***

Previous Post

Mudik Lebaran 2026, KAI Daop 3 Cirebon Siapkan 91 Ribu Tiket

Next Post

Mitos Mi Instan Penyebab Usus Buntu, Ini Penjelasan Medisnya

Dharma Surya

Dharma Surya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected test

  • 138 Follower
  • 206k Subscriber
  • 23.9k Follower
  • 99 Subscriber
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Home 1

HUT KE 2 RADIO CAHAYU CIREBON

Mengenal Hate Language, Lawan dari Love Language

Mengenal Hate Language, Lawan dari Love Language

Surati Mendikti, Dedi Mulyadi Perjuangkan Nasib Siswa Yang Gagal Ikut SNBP

Bale Jaya Dewata Jadi Kantor Dedi Mulyadi di Wilayah Cirebon

Semakin Nyaman, KA Jaka Tingkir Akan Gunakan Kereta Ekonomi New Generation Versi Modifikasi Mulai 25 Juli 2024

Semakin Nyaman, KA Jaka Tingkir Akan Gunakan Kereta Ekonomi New Generation Versi Modifikasi Mulai 25 Juli 2024

3 Layanan BNI yang Tetap Aktif Saat Libur Paskah 2026

3 Layanan BNI yang Tetap Aktif Saat Libur Paskah 2026

With 150 million daily active users, Instagram Stories is launching ads

Washington prepares for Donald Trump’s big moment

CS:GO ELeague Major pools and tournament schedule announced

3 Layanan BNI yang Tetap Aktif Saat Libur Paskah 2026

3 Layanan BNI yang Tetap Aktif Saat Libur Paskah 2026

Ketua KPID Jawa Barat, Dr. Adiyana Slamet, menekankan Lembaga penyiaran punya andil besar menjaga karakter bangsa demi kemajuan ke depan. Foto Istimewa.

KPID Jabar Siap Jawab Tantangan Digital 2026, Ini Kuncinya

Cirebon Bisa Untung Besar! KDM Dorong Wisata Budaya Jadi Mesin Uang

Cirebon Bisa Untung Besar! KDM Dorong Wisata Budaya Jadi Mesin Uang

5 Fakta Terbaru BLT Kesra Rp900.000 April 2026

5 Fakta Terbaru BLT Kesra Rp900.000 April 2026

Recent News

3 Layanan BNI yang Tetap Aktif Saat Libur Paskah 2026

3 Layanan BNI yang Tetap Aktif Saat Libur Paskah 2026

Ketua KPID Jawa Barat, Dr. Adiyana Slamet, menekankan Lembaga penyiaran punya andil besar menjaga karakter bangsa demi kemajuan ke depan. Foto Istimewa.

KPID Jabar Siap Jawab Tantangan Digital 2026, Ini Kuncinya

Cirebon Bisa Untung Besar! KDM Dorong Wisata Budaya Jadi Mesin Uang

Cirebon Bisa Untung Besar! KDM Dorong Wisata Budaya Jadi Mesin Uang

5 Fakta Terbaru BLT Kesra Rp900.000 April 2026

5 Fakta Terbaru BLT Kesra Rp900.000 April 2026

  • BERANDA
  • BERITA
  • RADIO
  • ACTIVATION
  • COMMUNITY
  • KONTAK
  • BELANJA
Hubungi Kami: Radio Cah Ayu Cirebon
Cempaka Wangi Regency No.L 26, Cempaka, Kec. Talun,
Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45171
+628112239881

© 2022 MEDIA CAH AYU

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
  • RADIO
  • ACTIVATION
  • COMMUNITY
  • KONTAK
  • BELANJA

© 2022 MEDIA CAH AYU