Cirebon, Mediacahayu — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon memastikan pengembalian dana penuh bagi pelanggan yang terdampak anjloknya KA Bangunkarta di emplasemen Stasiun Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh pembatalan tiket selama gangguan perjalanan berlangsung.
Manajer Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan hingga 7 April 2026 pihaknya telah memproses ratusan pembatalan. “Kami menyadari sepenuhnya bahwa insiden ini berdampak besar terhadap rencana perjalanan banyak pelanggan,” ujarnya, Selasa.
Menurut dia, selama periode 6–7 April 2026, tercatat sebanyak 273 tiket dibatalkan akibat gangguan operasional tersebut. Seluruh pelanggan berhak memperoleh pengembalian dana 100 persen tanpa potongan.
Pengajuan refund dapat dilakukan di stasiun hingga tujuh hari setelah jadwal keberangkatan. Selain itu, KAI juga memberikan kompensasi tambahan berupa service recovery bagi pelanggan yang mengalami keterlambatan signifikan.
Muhibbuddin mengakui proses pengembalian dana di lapangan sempat menghadapi kendala, termasuk antrean di sejumlah stasiun. “Namun dalam pelaksanaan berbagai upaya tersebut, kami sangat memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan,” katanya.
Insiden anjloknya KA Bangunkarta berdampak pada pembatalan tujuh perjalanan kereta api. Selain itu, 27 perjalanan lainnya dialihkan melalui jalur memutar via Semarang. KAI mengerahkan personel teknis dan manajemen selama 11 jam untuk evakuasi rangkaian serta perbaikan jalur.
“Evakuasi dan perbaikan jalur selesai sehingga rel di emplasemen Bumiayu kembali dapat dilalui pada Selasa pukul 04.08 WIB,” ujar Muhibbuddin.
Meski jalur telah kembali beroperasi, KAI masih memberlakukan pembatasan kecepatan untuk memastikan keselamatan perjalanan. Kecepatan kereta sementara dibatasi hingga 20 kilometer per jam dan akan ditingkatkan secara bertahap menuju kondisi normal.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berterima kasih atas kesabaran pelanggan,” kata Muhibbuddin.***















