Bandung, Mediacahayu — Hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Selasa, 21 April 2026, berlangsung lancar dengan tingkat kehadiran tinggi dan minim gangguan teknis. Dari total 3.160 peserta terdaftar, sebanyak 3.078 hadir, sementara 82 peserta tidak mengikuti ujian tanpa keterangan.
Pelaksanaan yang relatif mulus ini tidak datang begitu saja. UPI menyiapkan ribuan perangkat, ratusan pengawas, hingga sistem pengamanan berlapis untuk memastikan ujian berjalan kredibel.
Berikut 5 fakta penting UTBK hari pertama di UPI yang perlu kamu tahu:
1. Kehadiran Tinggi, Absensi Rendah
Tingkat kehadiran peserta mencapai lebih dari 97 persen. Dari 3.160 peserta, hanya 82 orang yang tidak hadir. Angka ini menunjukkan antusiasme tinggi calon mahasiswa dalam mengikuti seleksi nasional.
2. Digelar di 13 Gedung, Dua Sesi Sehari
Ujian berlangsung dalam dua sesi: pagi (07.15–10.30 WIB) dan siang (13.00–16.15 WIB). Lokasi tersebar di 13 gedung kampus, termasuk Direktorat Sistem Teknologi Informasi (DSTI), perpustakaan, serta sejumlah fakultas.
3. Didukung 3.169 Komputer di Enam Kampus
UPI menyiapkan total 3.169 unit komputer yang tersebar di kampus utama dan kampus daerah. Secara keseluruhan, UTBK di UPI diikuti sekitar 19.400 peserta hingga 30 April 2026—angka yang relatif stabil dibanding tahun lalu.
4. Pengawasan Ketat, Detektor Logam Diterapkan
Sebanyak 275 pengawas dikerahkan untuk menjaga integritas ujian. Sistem keamanan juga diperketat dengan penggunaan detektor logam guna mencegah kecurangan berbasis perangkat elektronik.
Kepala Kantor Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Publik UPI, Vidi Sukmayadi, menegaskan:
“Pelaksanaan hari pertama UTBK berjalan lancar. Kami menerapkan sistem penyaringan ganda sebelum peserta masuk ruang ujian, didukung oleh 275 pengawas serta pengamanan dan jaringan yang stabil. Indikator kelancaran kami meliputi ketepatan waktu, kesiapan infrastruktur, serta minimnya gangguan teknis.”
5. Fasilitas Inklusif untuk Peserta Disabilitas
UPI juga memastikan akses setara bagi peserta berkebutuhan khusus. Dari total 15 peserta disabilitas, empat orang mengikuti ujian pada hari pertama dengan pendampingan khusus.
“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan akses pendidikan yang setara. Ke depan, kami akan terus meningkatkan sistem pengawasan berbasis teknologi serta memperkuat layanan inklusif agar pelaksanaan UTBK semakin kredibel dan adaptif terhadap perkembangan modus kecurangan,” ujar Vidi.
Selain kesiapan internal, kelancaran UTBK juga didukung sinergi berbagai pihak, mulai dari pasokan listrik, pengamanan, hingga jaringan internet yang stabil. Ujian dijadwalkan berlangsung hingga 30 April 2026 dengan dua sesi per hari, kecuali Jumat yang hanya satu sesi.
Dengan minimnya gangguan pada hari pertama, UPI menunjukkan kesiapan sebagai salah satu pusat UTBK yang mampu menjaga standar seleksi nasional tetap transparan dan akuntabel.***















