Cirebon, Mediacahayu — Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menggarap proyek besar penataan kawasan Gedung Sate yang akan mengubah wajah pusat Kota Bandung.
Kawasan Plaza Gedung Sate, Jalan Diponegoro, hingga Lapangan Gasibu dirancang menjadi satu kesatuan ruang terpadu.
Berikut 5 fakta penting dari proyek yang berlangsung hingga 2026 ini:
1. Tiga Kawasan Ikonik Disatukan Jadi Satu Poros
Pemerintah akan mengintegrasikan Plaza Gedung Sate, koridor Jalan Diponegoro, dan Lapangan Gasibu menjadi satu sumbu utama pusat pemerintahan sekaligus ruang publik baru.
2. Proyek Berjalan 4 Bulan Lebih
Penataan dijadwalkan berlangsung mulai 8 April 2026 hingga 6 Agustus 2026, menandai proyek jangka menengah dengan skala besar di pusat kota Bandung.
3. Area yang Ditata Capai 14.642 Meter Persegi
Luas kawasan yang ditangani mencapai 14.642 m² dengan panjang koridor antara 97 hingga 144,24 meter—menunjukkan skala revitalisasi yang cukup signifikan.
4. Konsep Baru: Ruang Publik Lebih Terbuka dan Inklusif
Pemerintah mendorong integrasi halaman Gedung Sate dan Gasibu agar lebih ramah pejalan kaki dan bisa digunakan masyarakat secara luas.
“Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat juga mendorong integrasi antara halaman Gedung Sate dan Lapangan Gasibu guna menciptakan ruang terbuka publik yang nyaman, inklusif, dan ramah bagi pejalan kaki,” ujar Winny.
5. Gedung Sate Ditegaskan sebagai Center Point Jabar
Penataan ini juga memperkuat fungsi Gedung Sate sebagai simbol pusat pemerintahan Jawa Barat.
“Penataan kawasan dilakukan dengan mengembalikan poros Gedung Sate–Jalan Diponegoro–Lapangan Gasibu sebagai sumbu utama yang merepresentasikan identitas pemerintahan Provinsi Jawa Barat sekaligus menegaskan peran Gedung Sate sebagai pusat (center point) Jawa Barat,” kata Winny Citra, Kepala Bagian Tata Usaha Biro Umum Setda Jabar.
Penataan ini bukan hanya soal estetika kota, tetapi juga strategi memperkuat identitas pemerintahan sekaligus membuka ruang publik yang lebih hidup di jantung Kota Bandung.***















