-->
Media Cah Ayu
  • BERANDA
  • BERITA
  • RADIO
  • ACTIVATION
  • COMMUNITY
  • KONTAK
  • BELANJA
  • BERANDA
  • BERITA
  • RADIO
  • ACTIVATION
  • COMMUNITY
  • KONTAK
  • BELANJA
No Result
View All Result
Media Cah Ayu
No Result
View All Result
Home BERITA

Candi Borobudur Diduga Simpan Sistem Board Game Kuno Nusantara

by Dharma Surya
Candi Borobudur Diduga Simpan Sistem Board Game Kuno Nusantara
Share on FacebookShare on Twitter

Magelang, Mediacahayu — Selama ini Candi Borobudur dipahami sebagai mahakarya arsitektur dan pusat spiritual Buddhis. Namun sebuah kajian terbaru kembali membuka cara baca berbeda: relief candi itu diduga menyimpan jejak permainan papan kuno yang bukan sekadar hiburan, melainkan sistem pengetahuan dan refleksi sosial.

Penelitian yang dipimpin M. Zaini Alif mencatat ribuan bentuk permainan rakyat dan board game dari berbagai budaya dunia. Dari pengamatan terhadap relief Borobudur, tim menemukan indikasi visual yang menyerupai elemen permainan seperti lintasan, pion, hingga simbol yang berpotensi merepresentasikan mekanisme permainan.

Dalam laporan kajiannya, temuan ini tidak berdiri sendiri. Ia dibaca dalam konteks perbandingan global dengan permainan kuno seperti Pachisi, Senet, hingga Liubo. Namun, Borobudur dinilai menghadirkan karakter khas berupa desain lintasan berbentuk simbol kosmologis yang tidak ditemukan secara identik di peradaban lain.

“Kami membaca relief ini sebagai kemungkinan sistem permainan yang memuat struktur pengetahuan, strategi, dan refleksi tentang perjalanan hidup manusia,” demikian salah satu kesimpulan tim peneliti dalam kajian tersebut.

Pendekatan yang digunakan bersifat multidisipliner, mulai dari arkeologi, ikonografi, hingga rekonstruksi eksperimental. Ketiadaan naskah aturan membuat penafsiran dilakukan melalui analisis bentuk visual, pola ruang, dan perbandingan dengan tradisi permainan lintas budaya.

Dari hasil rekonstruksi, permainan itu diproyeksikan sebagai model race and strategy board game yang memadukan unsur keberuntungan dan strategi. Pemain bergerak menggunakan pion dan dadu di sepanjang lintasan, dengan tujuan akhir yang dimaknai sebagai simbol “pencerahan”.

Dalam struktur hipotetisnya, permainan ini juga memuat elemen kompetisi seperti penangkapan bidak lawan, fase-fase sempit yang dianggap sebagai “ujian”, hingga dinamika naik-turun yang merepresentasikan ketidakpastian hidup. Konsep ini kemudian dirumuskan ulang dalam sejumlah penamaan seperti Lintasan Dharma atau Journey to Enlightenment.

Secara akademik, tafsir ini membuka ruang diskusi baru. Dalam kajian arkeologi, relief tidak lagi hanya dibaca sebagai narasi visual, tetapi juga sebagai kemungkinan medium pengetahuan interaktif. Dalam studi budaya, permainan diposisikan sebagai instrumen pembentuk nilai sosial dan spiritual. Sementara dalam pendidikan, pendekatan berbasis permainan dinilai relevan untuk menghidupkan kembali warisan lokal.

Lebih jauh, penelitian ini juga mengarah pada upaya reaktualisasi. Permainan yang direkonstruksi tidak hanya berhenti sebagai objek studi, tetapi diusulkan untuk dikembangkan menjadi board game modern maupun platform digital edukatif. Tujuannya, agar warisan budaya tidak berhenti sebagai artefak, melainkan kembali hadir dalam pengalaman generasi sekarang.

Dalam konteks pelestarian budaya takbenda, pendekatan ini dianggap sejalan dengan upaya menjaga tidak hanya bentuk fisik warisan, tetapi juga fungsi dan makna yang melekat di dalamnya.

Kajian ini juga menarik perhatian komunitas peneliti permainan global, yang selama ini banyak berfokus pada peradaban Mesir, India, dan Tiongkok. Temuan dari Borobudur memperluas peta diskusi bahwa Asia Tenggara memiliki tradisi permainan yang tidak kalah kompleks dalam sejarah panjang peradaban dunia.

Dengan demikian, Borobudur kembali diposisikan bukan hanya sebagai situs religi dan destinasi wisata, tetapi juga sebagai arsip pengetahuan yang memuat jejak interaksi manusia dengan strategi, simbol, dan permainan.

Tags: arkeologi Indonesiaboard game kunoBorobudurbudaya nusantaraCandi BorobudurM Zaini Alifpermainan tradisionalrelief Borobudursejarah permainanwarisan budaya
Previous Post

5 Fakta Penataan Gedung Sate 2026: Gasibu–Diponegoro Disatukan, Bandung Punya Wajah Baru

Next Post

1.200 Pelamar Serbu Booth KAI di Job Fair Undip, Waspada Rekrutmen Palsu

Dharma Surya

Dharma Surya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected test

  • 139 Follower
  • 206k Subscriber
  • 23.9k Follower
  • 99 Subscriber
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Home 1

HUT KE 2 RADIO CAHAYU CIREBON

Mengenal Hate Language, Lawan dari Love Language

Mengenal Hate Language, Lawan dari Love Language

Surati Mendikti, Dedi Mulyadi Perjuangkan Nasib Siswa Yang Gagal Ikut SNBP

Bale Jaya Dewata Jadi Kantor Dedi Mulyadi di Wilayah Cirebon

Semakin Nyaman, KA Jaka Tingkir Akan Gunakan Kereta Ekonomi New Generation Versi Modifikasi Mulai 25 Juli 2024

Semakin Nyaman, KA Jaka Tingkir Akan Gunakan Kereta Ekonomi New Generation Versi Modifikasi Mulai 25 Juli 2024

5 Fakta Panas Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Negosiasi Masih Buntu?

5 Fakta Panas Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Negosiasi Masih Buntu?

With 150 million daily active users, Instagram Stories is launching ads

Washington prepares for Donald Trump’s big moment

CS:GO ELeague Major pools and tournament schedule announced

5 Fakta Panas Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Negosiasi Masih Buntu?

5 Fakta Panas Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Negosiasi Masih Buntu?

Harga Emas Hari Ini Bikin Kaget, Tiga Jenama Kompak Melemah!

Harga Emas Hari Ini Bikin Kaget, Tiga Jenama Kompak Melemah!

Transformasi Radio Dimulai, PRSSNI Jabar Dorong Sistem Streaming Nasional

Transformasi Radio Dimulai, PRSSNI Jabar Dorong Sistem Streaming Nasional

Operasi Ketupat 2026 Dimulai, ini Fokus Kakorlantas

7 Fakta Nissan Rogue 2027 e-Power, SUV Hybrid yang Bikin Toyota RAV4 Panas Dingin

Recent News

5 Fakta Panas Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Negosiasi Masih Buntu?

5 Fakta Panas Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Negosiasi Masih Buntu?

Harga Emas Hari Ini Bikin Kaget, Tiga Jenama Kompak Melemah!

Harga Emas Hari Ini Bikin Kaget, Tiga Jenama Kompak Melemah!

Transformasi Radio Dimulai, PRSSNI Jabar Dorong Sistem Streaming Nasional

Transformasi Radio Dimulai, PRSSNI Jabar Dorong Sistem Streaming Nasional

Operasi Ketupat 2026 Dimulai, ini Fokus Kakorlantas

7 Fakta Nissan Rogue 2027 e-Power, SUV Hybrid yang Bikin Toyota RAV4 Panas Dingin

  • BERANDA
  • BERITA
  • RADIO
  • ACTIVATION
  • COMMUNITY
  • KONTAK
  • BELANJA
Hubungi Kami: Radio Cah Ayu Cirebon
Cempaka Wangi Regency No.L 26, Cempaka, Kec. Talun,
Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45171
+628112239881

© 2022 MEDIA CAH AYU

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
  • RADIO
  • ACTIVATION
  • COMMUNITY
  • KONTAK
  • BELANJA

© 2022 MEDIA CAH AYU