MEDIA CAH AYU – Tepat satu tahun pada 4 Desember 2021 meletusnya Gunung Semeru gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut kembali mengalami erupsi, Minggu (4/12/2022).
Mulai pukul 12.00 WIB Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG) menyatakan status Gunung Semeru di Jawa Timur pada Minggu ini dinaikkan dari Level 3 (siaga) menjadi Level 4 atau (awas).
Dikutip dari situs resmi BNPB, erupsi terjadi pada pukul 15.20 WIB dan diiringi Awan Panas Guguran (APG) yang terdiri dari material batuan bersuhu tinggi 800-900 derajat Celcius yang bergerak ke arah lereng tenggara Gunung Semeru sejauh kurang lebih 4 km dari puncak atau 2 km dari ujung aliran lava.
Menurut Kementerian ESDM, Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sumber awan panas guguran itu berasal dari tumpukan di ujung lidah lava yang berada sekitar 800 meter dari puncak atau Kawah Jonggring Seloko.
Wilayah yang terdampak APG Gunung api Semeru meliputi Desa Capiturang dan Sumberurip di Kecamatan Pronojiwo, Desa Sumbersari di Kecamatan Rowokangkung, Desa Penanggal dan Desa Sumberwuluh di Kecamatan Candipuro dan Desa Pasirian di Desa Pasirian.
Akibat erupsi ini, Kementerian ESDM mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas apapun di sektor tenggara radius 13 km dari puncak Gunung Semeru. Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan.
Pantauan update dari situs resmi BNPB, sebanyak 1.979 jiwa mengungsi di 11 titik setelah terjadi Awan Panas Guguran (APG). Begitu juga dengan pembagian masker sebanyak 10.000 lembar masker kain, 10.000 lembar masker medis dan 4.000 masker anak telah dibagikan untuk mengurangi dampak risiko kesehatan pernafasan akibat abu vulkanik.***
Editor:
Faliq Taufiq
Konten ini adalah hasil kerjasama Media Cah Ayu dengan apadansiapa.com. Semua isi tulisan dan foto dalam konten ini sepenuhnya tanggungjawab apadansiapa.com
Klik untuk link alsli: Kembali Meletusnya Gunung Semeru, Sebanyak 1.979 Jiwa Mengungsi















