-->
Media Cah Ayu
  • BERANDA
  • BERITA
  • RADIO
  • ACTIVATION
  • COMMUNITY
  • KONTAK
  • BELANJA
  • BERANDA
  • BERITA
  • RADIO
  • ACTIVATION
  • COMMUNITY
  • KONTAK
  • BELANJA
No Result
View All Result
Media Cah Ayu
No Result
View All Result
Home BERITA

Penduduk Miskin di Jawa Barat Sebanyak 3,65 Juta Orang Per Maret 2025

by Dharma Surya
Penduduk Miskin di Jawa Barat Sebanyak 3,65 Juta Orang Per Maret 2025
Share on FacebookShare on Twitter

MEDIACAHYU – Penduduk miskin per Maret 2025 di Jawa Barat sebanyak 3,65 juta orang atau 7,02 persen dari total penduduk Jawa Barat. Angka ini turun sebesar 0,06 persen jika dibandingkan dengan periode September 2024 yang sebanyak 3,67 juta orang.

Demikian disampaikan Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, Darwis Sitorus pada rilis Berita Resmi Statistik di Aula Kantor BPS Provinsi Jawa Barat, Jumat, (25/07/2025).

Plt. Kepala BPS Jawa Barat, Darwis Sitorus mengatakan kondisi ekonomi makro yang cenderung positif menjadi faktor turunnya angka kemiskinan periode Maret 2025 di Jawa Barat. Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat triwulan I/2025 tumbuh 4,98 persen _(y-on-y)_ lebih tinggi dibandingkan triwulan IV/2024 yang sebesar 4,91 persen _(y-on-y)_.

“Indikator lainnya adalah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2025 sebesar 6,74 persen turun dibandingkan TPT Agustus 2024. Meskipun jumlah pengangguran mengalami kenaikan dari 1,77 juta orang menjadi 1,81 juta orang.”, papar Darwis.

Darwis juga menjelaskan untuk mengukur Garis Kemiskinan (GK), BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. Dengan pendekatan ini kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non makanan. Yang kemudian diukur dengan menggunakan garis kemiskinan.

“Garis Kemiskinan Maret 2025 sebesar Rp.547.752 per orang per bulan. Dan GK ini naik 2,29 persen dibandingkan September 2024. Komoditi makanan menyumbang 74,88 persen terhadap Garis Kemiskinan dan non makanan menyumbang 25,12 persen.”, jelas Darwis.

Jika dirinci, pada Maret 2025 GK makanan sebesar Rp. 410.143/orang/bulan, dan GK non makanan sebesar Rp. 137.609/orang/bulan. Penghitungan garis kemiskinan ini berdasarakan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan BPS setiap periode Maret dan September setiap tahunnya.

Persentase penduduk miskin perkotaan sebesar 6,76 persen, lebih rendah jika dibandingkan tingkat kemiskinan di perdesaan yang sebesar 8,15 persen pada Maret 2025. Akan tetapi angka kemiskinan di perkotaan naik 0,11 persen poin, namun angka kemiskinan di perdesaan turun 0,70 persen poin jika dibandingkan September 2024.

“Secara absolut di perkotaan terjadi kenaikan jumlah penduduk miskin sebanyak 66,02 ribu orang, sementara di perdesaan turun sebanyak 79,63 ribu orang”, rinci Darwis.

*Perkembangan Indeks Kedalaman, Keparahan Kemiskinan dan Gini Ratio di Jawa Barat*

Indeks kedalaman kemiskinan (P1) merupakan indikasi rata-rata jarak pengeleuaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Periode Maret 2025 di Jawa Barat indeks kedalaman kemiskinan di perkotaan sebesar 1,14 dan di perdesaan sebesar 1,29. Sehingga gabungan indeks kedalamanan kemiskinan perkotaan dana perdesaan sebesar 1,17 naik 0,12 poin dibandingkan September 2024 yang sebesar 1,05.

Sedangkan untuk indeks keparahan kemiskinan (P2) yang merupakan indikator ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin pada Maret 2025 sebesar 0,29. Angka ini naik 0,04 poin dari September 2024 yang sebesar 0,24.

Darwis Sitorus juga menginformasikan terkait tingkat ketimpangan pengeluaran atau Gini Ratio di Jawa Barat. Maret 2025 Gini Ratio sebesar 0,416, angka ini termasuk kategori ketimpangan sedang. Gini Ratio di wilayah perkotaan lebih tinggi dibanding di perdesaan.

“Gini Ratio di perkotaan sebesar 0,426 sedangkan di perdesaan 0,323 ini menunjukan ketimpangan di perkotaan lebih tinggi daripada di perdesaan. Akan tetapi baik di perkotaan dan perdesaan angka Gini Ratio-nya sama-sama mengalami penurunan pada Maret 2025.”, jelas Darwis.

BPS Jabar juga merilis angka persentase pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah pada Maret 2025 mengalami kenaikan dibandingkan September 2024. Kenaikan ini mengindikasikan terjadi penurunan pada ketimpangan kemiskinan.

“Saya simpulkan bahwa secara kuantitas, kemiskinan di Jawa Barat pada Maret 2025 mengalami penurunan begitupun dengan ketimpangannya. Namun secara kualitas penduduk miskin juga mengalami penurunan hal ini ditunjukkan dengan kenaikan indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan.”, pungkas Darwis.***

Previous Post

Jejak Budaya dalam Limbah, Saat Sampah Menjadi Cerita di Panggung Bandung Arts Festival

Next Post

Obrolan Berbuntut Rasa, Sajian Baru dari Dapur de Braga by ARTOTEL

Dharma Surya

Dharma Surya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected test

  • 137 Follower
  • 206k Subscriber
  • 23.9k Follower
  • 99 Subscriber
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Home 1

HUT KE 2 RADIO CAHAYU CIREBON

Mengenal Hate Language, Lawan dari Love Language

Mengenal Hate Language, Lawan dari Love Language

Surati Mendikti, Dedi Mulyadi Perjuangkan Nasib Siswa Yang Gagal Ikut SNBP

Bale Jaya Dewata Jadi Kantor Dedi Mulyadi di Wilayah Cirebon

Semakin Nyaman, KA Jaka Tingkir Akan Gunakan Kereta Ekonomi New Generation Versi Modifikasi Mulai 25 Juli 2024

Semakin Nyaman, KA Jaka Tingkir Akan Gunakan Kereta Ekonomi New Generation Versi Modifikasi Mulai 25 Juli 2024

WHO Pastikan Wabah Hantavirus Tak Seperti COVID-19

WHO Pastikan Wabah Hantavirus Tak Seperti COVID-19

Top Skor Piala Dunia 2022, Pemain Spanyol Terdepan Dalam Perebutan

Soundtrack Piala Dunia Qatar 2022 Tak Kalah Asik

Pasca Gempa Garut, PLN Kerahkan Petugas Pulihkan Kelistrikan

WHO Pastikan Wabah Hantavirus Tak Seperti COVID-19

WHO Pastikan Wabah Hantavirus Tak Seperti COVID-19

SBM ITB Ungkap Dilema Industri Baja: Hijau atau Tetap Untung?

SBM ITB Ungkap Dilema Industri Baja: Hijau atau Tetap Untung?

Masjid Agung Bandung, Jejak 215 Tahun Islam Sunda dan Diplomasi Dunia

Masjid Agung Bandung, Jejak 215 Tahun Islam Sunda dan Diplomasi Dunia

Program MBG Dinilai Jadi Kunci Indonesia Emas 2045, Cellica Soroti Gizi dan Ekonomi Desa

Program MBG Dinilai Jadi Kunci Indonesia Emas 2045, Cellica Soroti Gizi dan Ekonomi Desa

Recent News

WHO Pastikan Wabah Hantavirus Tak Seperti COVID-19

WHO Pastikan Wabah Hantavirus Tak Seperti COVID-19

SBM ITB Ungkap Dilema Industri Baja: Hijau atau Tetap Untung?

SBM ITB Ungkap Dilema Industri Baja: Hijau atau Tetap Untung?

Masjid Agung Bandung, Jejak 215 Tahun Islam Sunda dan Diplomasi Dunia

Masjid Agung Bandung, Jejak 215 Tahun Islam Sunda dan Diplomasi Dunia

Program MBG Dinilai Jadi Kunci Indonesia Emas 2045, Cellica Soroti Gizi dan Ekonomi Desa

Program MBG Dinilai Jadi Kunci Indonesia Emas 2045, Cellica Soroti Gizi dan Ekonomi Desa

  • BERANDA
  • BERITA
  • RADIO
  • ACTIVATION
  • COMMUNITY
  • KONTAK
  • BELANJA
Hubungi Kami: Radio Cah Ayu Cirebon
Cempaka Wangi Regency No.L 26, Cempaka, Kec. Talun,
Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45171
+628112239881

© 2022 MEDIA CAH AYU

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
  • RADIO
  • ACTIVATION
  • COMMUNITY
  • KONTAK
  • BELANJA

© 2022 MEDIA CAH AYU