Jakarta.BandungOke — Dua dekade setelah “Ada Apa Dengan Cinta?” (AADC) mengukir sejarah dalam lanskap perfilman Indonesia, Riri Riza dan Mira Lesmana kembali hadir lewat tafsir baru yang berani: “Rangga & Cinta, The Rebirth of Ada Apa Dengan Cinta”. Bukan sekadar daur ulang, film ini menjanjikan pendekatan segar lewat genre yang jarang disentuh serius di tanah air — musikal.
“Ini film ‘boy meets girl’, tentang cinta remaja. Tapi kali ini, banyak menyanyi dengan lagu-lagu yang luar biasa,” kata Riri Riza dalam peluncuran poster dan trailer resmi film tersebut dikutip Rabu (30/7/2024)
Riri tidak sedang bermain nostalgia. Ia justru menegaskan, meski temanya serupa dengan AADC (2002), “Rangga & Cinta” adalah entitas baru. Baik dalam pendekatan, maupun dalam keberanian menampilkan dua pemeran utama muda yang sepenuhnya baru.
Bukan Nicholas Bukan Dian, Mereka Rangga & Cinta yang Lain
Dalam film ini, El Putra Sarira dan Leya Princy dipilih mengemban beban sejarah sebagai Rangga dan Cinta. Tapi jangan berharap reinkarnasi dari Nicholas Saputra dan Dian Sastro. Riri menegaskan: “Mereka adalah entitas yang berbeda. Mereka membawa tubuh, suara, dan energi yang baru dalam cerita ini.”
Sutradara berusia 55 tahun itu menyebut seluruh pemain “memberi diri mereka sepenuhnya” dalam proses pelatihan. Bukan hanya akting, tetapi juga olah vokal dan koreografi.
Trailer berdurasi dua menit yang ditayangkan memperlihatkan sekilas: gerak tubuh yang lentur, suara yang matang, dan emosi yang digarap serius. Jelas, ini bukan proyek coba-coba.
Dari “Sherina” ke “Rangga & Cinta”: Musikal Bukan Hal Baru
Mira Lesmana, produser dari Miles Pictures, menegaskan bahwa semangat musikal sudah lama bersemayam dalam visi kreatifnya. “Kami mencintai musikal. Dari Musikal Sherina sampai Musikal Laskar Pelangi, itu bagian dari perjalanan kami,” ujarnya.
Kini, dunia Rangga & Cinta menjadi wadah untuk mengeksplorasi kecintaan itu lebih dalam — dengan pendekatan visual, naratif, dan musikal yang lebih menyatu.
Tanggal penayangan pun dipilih penuh simbol. Film ini akan dirilis di bioskop pada 2 Oktober 2025, bertepatan dengan ulang tahun ke-55 Riri Riza — seolah menandai tonggak baru dalam perjalanan kreatifnya.
Wajah Baru, Semangat Lama
Nicholas Saputra, yang kali ini duduk di kursi produser, membeberkan bahwa proyek ini lahir dari kegelisahan: bagaimana menghadirkan wajah-wajah baru ke tengah industri film tanpa mengandalkan adaptasi luar?
“Daripada me-remake film asing, kenapa tidak menggunakan karya kita sendiri sebagai platform narasi baru?” katanya.
Dengan Rangga & Cinta, Mira, Riri, dan Nicholas sedang melakukan sesuatu yang tidak lazim di perfilman Indonesia: merawat warisan mereka, tapi dengan keberanian untuk membongkarnya, mengubah formatnya, bahkan memperkenalkan kembali tokoh-tokoh ikonik ke generasi baru.
Apakah publik siap menerima Cinta tanpa Dian? Rangga tanpa Nicholas? Waktu akan menjawab. Tapi satu hal pasti: Rangga & Cinta bukan sekadar film. Ia adalah eksperimen, perayaan, dan mungkin juga pertaruhan.















