Cirebon, Mediacahayu — Perayaan Tahun Baru China 2026 menghadirkan kejutan budaya pop.
Tokoh antagonis serial Harry Potter, Draco Malfoy, menjelma menjadi ikon dekorasi Imlek di sejumlah pusat perbelanjaan dan ruang publik di China.
Fenomena ini bermula dari permainan makna dalam bahasa Mandarin yang mengaitkan nama Malfoy dengan simbol keberuntungan dan shio tahun berjalan.
Di China, Draco Malfoy dikenal dengan nama Mandarin mǎ ěr fú. Karakter “马” (mǎ) berarti kuda—shio yang menaungi Tahun Baru China 2026—sementara “福” (fú) bermakna keberuntungan atau berkah.
Perpaduan makna itu membuat sosok Malfoy dianggap membawa tuah, meski karakter tersebut dikenal antagonis dalam kisah aslinya.
Tren ini berkembang pesat di media sosial Xiaohongshu sejak pertengahan Januari. Para penggemar mencetak foto pemeran Draco Malfoy, Tom Felton, dan menggunakannya sebagai fúzì—hiasan Imlek berbentuk persegi merah yang melambangkan rezeki.
Sebagian bahkan memasangnya terbalik, mengikuti kepercayaan bahwa kata “terbalik” (dào) berbunyi sama dengan “tiba”, yang dimaknai sebagai keberuntungan yang segera datang.
Latar belakang Malfoy sebagai anggota asrama Slytherin dengan simbol ular juga memperkuat daya tariknya.
Shio ular yang menaungi tahun sebelumnya berakhir pada pertengahan Februari, beralih ke shio kuda—dua simbol yang secara kebetulan melekat pada figur Malfoy.
Akun Instagram Tom Felton ikut menanggapi tren ini dengan mengunggah ulang tampilan layar LED di sebuah pusat perbelanjaan China bertuliskan,
“kesadaran magis yang menarik seratus macam rezeki.”
Dari dunia maya, tren ini merambah pasar. Beragam produk bertema Malfoy—mulai dari fúzì, magnet kulkas hingga aksesori ponsel—dijual di platform belanja daring.
Salah satu penjual di Xiaohongshu mencatat penjualan magnet kulkas seharga 27 RMB telah menembus 5.000 unit.
Popularitas Harry Potter di China memang tak surut. Media pemerintah setempat mencatat penjualan buku seri ini telah mencapai sekitar 200 juta eksemplar sejak terbit dalam bahasa Mandarin pada 2000.
Kini, sihirnya menemukan bentuk baru—melebur dengan tradisi Imlek.***















