-->
Media Cah Ayu
  • BERANDA
  • BERITA
  • RADIO
  • ACTIVATION
  • COMMUNITY
  • KONTAK
  • BELANJA
  • BERANDA
  • BERITA
  • RADIO
  • ACTIVATION
  • COMMUNITY
  • KONTAK
  • BELANJA
No Result
View All Result
Media Cah Ayu
No Result
View All Result
Home BERITA

Saraf Terjepit Ancam Remaja, Kebiasaan Duduk Lama Jadi Pemicu

by Dharma Surya
Saraf Terjepit Ancam Remaja, Kebiasaan Duduk Lama Jadi Pemicu
Share on FacebookShare on Twitter

MEDIACAHAYU – Fenomena saraf terjepit kini tak lagi hanya menyerang orang dewasa atau lansia. Anak-anak muda, bahkan remaja, kini semakin banyak yang mengalami gangguan ini akibat kebiasaan duduk terlalu lama dan postur tubuh yang tidak ergonomis.

Menurut dr. Asrafi Rizki Gatam, spesialis orthopedi tulang belakang dari Eka Hospital BSD Tangerang, kelompok usia muda kini justru lebih rentan mengalami saraf terjepit, khususnya di area lumbar atau tulang belakang bagian bawah.

“Postur dan kebiasaan yang tidak ergonomis menyebabkan kelompok remaja lebih rentan mengalami saraf kejepit, terutama di punggung bawah,” ujar dr. Asrafi di kutip Selasa (29/7/2025).

Dalam pemaparannya, dr. Asrafi mengutip data dari Jurnal Frontiers in Surgery yang mencatat peningkatan kasus saraf terjepit sebesar 6,8 persen pada anak-anak berusia di bawah 21 tahun. Meski bisa terjadi di bagian tubuh mana pun, saraf terjepit paling sering ditemukan di bagian leher, tulang belakang, atau pergelangan tangan.

Tekanan Berlebih pada Saraf

Saraf terjepit terjadi ketika saraf mendapat tekanan dari jaringan di sekitarnya, seperti otot, ligamen, tulang, bantalan tulang belakang (diskus), atau bahkan akibat pengapuran tulang. Penekanan ini menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Beberapa faktor risiko utama pada remaja antara lain adalah obesitas, postur duduk yang buruk, kebiasaan menggunakan gadget dalam waktu lama, hingga olahraga berlebihan, trauma fisik, serta riwayat genetik dalam keluarga.

Kenali Gejalanya Lebih Awal

dr. Asrafi mengingatkan agar masyarakat, khususnya orang tua dan remaja, waspada terhadap sejumlah gejala saraf terjepit, antara lain:

– Kesemutan atau kebas

– Nyeri yang menjalar ke bagian tubuh lain

– Sensasi panas atau seperti terbakar

– Rasa nyeri tajam seperti tersetrum

– Mati rasa

– Kelemahan otot, terutama di tangan atau kaki

“Gejala-gejala tersebut sangat penting diperhatikan karena bisa membantu dokter mengidentifikasi lokasi saraf yang terjepit dengan lebih cepat dan akurat,” jelasnya.

Perlunya Intervensi Gaya Hidup

Sebagai upaya pencegahan, dr. Asrafi menyarankan agar remaja membiasakan postur tubuh yang baik, membatasi durasi duduk, serta menjaga berat badan ideal. Ia juga mengingatkan agar aktivitas fisik dilakukan secara proporsional dan tidak berlebihan.

Dengan meningkatnya kasus saraf terjepit pada usia muda, perubahan gaya hidup dan peningkatan kesadaran akan pentingnya ergonomi dalam keseharian menjadi hal yang mendesak. Penyuluhan sejak dini, baik di sekolah maupun di rumah, sangat penting untuk menekan tren ini di masa mendatang.

Previous Post

Unpad Tembus Peringkat 5 Nasional Versi Webometrics Edisi Juli 2025

Next Post

BEI Optimistis IHSG Tembus 8.000 di Momen HUT ke-80 RI

Dharma Surya

Dharma Surya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected test

  • 137 Follower
  • 206k Subscriber
  • 23.9k Follower
  • 99 Subscriber
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Home 1

HUT KE 2 RADIO CAHAYU CIREBON

Mengenal Hate Language, Lawan dari Love Language

Mengenal Hate Language, Lawan dari Love Language

Surati Mendikti, Dedi Mulyadi Perjuangkan Nasib Siswa Yang Gagal Ikut SNBP

Bale Jaya Dewata Jadi Kantor Dedi Mulyadi di Wilayah Cirebon

Semakin Nyaman, KA Jaka Tingkir Akan Gunakan Kereta Ekonomi New Generation Versi Modifikasi Mulai 25 Juli 2024

Semakin Nyaman, KA Jaka Tingkir Akan Gunakan Kereta Ekonomi New Generation Versi Modifikasi Mulai 25 Juli 2024

WHO Pastikan Wabah Hantavirus Tak Seperti COVID-19

WHO Pastikan Wabah Hantavirus Tak Seperti COVID-19

Top Skor Piala Dunia 2022, Pemain Spanyol Terdepan Dalam Perebutan

Soundtrack Piala Dunia Qatar 2022 Tak Kalah Asik

Pasca Gempa Garut, PLN Kerahkan Petugas Pulihkan Kelistrikan

WHO Pastikan Wabah Hantavirus Tak Seperti COVID-19

WHO Pastikan Wabah Hantavirus Tak Seperti COVID-19

SBM ITB Ungkap Dilema Industri Baja: Hijau atau Tetap Untung?

SBM ITB Ungkap Dilema Industri Baja: Hijau atau Tetap Untung?

Masjid Agung Bandung, Jejak 215 Tahun Islam Sunda dan Diplomasi Dunia

Masjid Agung Bandung, Jejak 215 Tahun Islam Sunda dan Diplomasi Dunia

Program MBG Dinilai Jadi Kunci Indonesia Emas 2045, Cellica Soroti Gizi dan Ekonomi Desa

Program MBG Dinilai Jadi Kunci Indonesia Emas 2045, Cellica Soroti Gizi dan Ekonomi Desa

Recent News

WHO Pastikan Wabah Hantavirus Tak Seperti COVID-19

WHO Pastikan Wabah Hantavirus Tak Seperti COVID-19

SBM ITB Ungkap Dilema Industri Baja: Hijau atau Tetap Untung?

SBM ITB Ungkap Dilema Industri Baja: Hijau atau Tetap Untung?

Masjid Agung Bandung, Jejak 215 Tahun Islam Sunda dan Diplomasi Dunia

Masjid Agung Bandung, Jejak 215 Tahun Islam Sunda dan Diplomasi Dunia

Program MBG Dinilai Jadi Kunci Indonesia Emas 2045, Cellica Soroti Gizi dan Ekonomi Desa

Program MBG Dinilai Jadi Kunci Indonesia Emas 2045, Cellica Soroti Gizi dan Ekonomi Desa

  • BERANDA
  • BERITA
  • RADIO
  • ACTIVATION
  • COMMUNITY
  • KONTAK
  • BELANJA
Hubungi Kami: Radio Cah Ayu Cirebon
Cempaka Wangi Regency No.L 26, Cempaka, Kec. Talun,
Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45171
+628112239881

© 2022 MEDIA CAH AYU

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
  • RADIO
  • ACTIVATION
  • COMMUNITY
  • KONTAK
  • BELANJA

© 2022 MEDIA CAH AYU